Tips Membersihkan Wadah Pakan dan Minum

Seputar Sangkar Burung | Jumat, Desember 28, 2012 | 0 komentar
Artikel ini merupakan lanjutan dari “Membersihkan Sangkar Burung Yang Ideal”. Kebersihan sangkar burung tidak hanya kondisi sangkar burung saja, akan tetapi juga meliputi wadah pakan serta minum yang dipakai sehari-hari oleh burung peliharaan kita. Cara membersihkannya juga tidak boleh sembarangan. Berikut bagaimana kita membersihkan wadah pakan dan minum yang ideal.
1.    Di pagi hari ketika kita akan membersihkan sangkar burung, ambil dulu wadah pakan dan minumnya. Ketika kita melihat di wadah minum terdapat kotoran burung, segera ganti airnya dan bersihkan wadahnya secara keseluruhan terutama pada bagian yang ada lumutnya. Disarankan menggunakan air yang telah matang atau air mineral.
2.    Untuk wadah pakan jika dirasa telah berkurang banyak, segera tambahkan pakan yang ada serta bersihkan bila ada kotoran yang telah masuk ke dalam wadah pakan tersebut.
3.    Bila ada wadah pakan maupun minum yang rusak atau tidak dapat dipakai lagi, segera beli dengan model yang sama. Karena ada beberapa burung tertentu yang tidak mau memakainya lagi ketika bentuknya berubah seperti burung kenari (menurut pengalaman kami).
4.    Ketika akan membersihkan wadah pakan dan minum, jauhkan dari segala serangga terutama semut.
5.     Setelah dibersihkan semuanya termasuk sangkar burung, segera jemur sangkar burung yang sudah bersih berikut burungnya. Lakukan hal yang sama untuk semua burung peliharaan anda.

Membersihkan wadah pakan dan minum harus rutin dilakukan. Tidak hanya kebersihan sangkar burungnya. Karena kalau kita sering membersihkannya, kemungkinan parasit maupun jamur tidak tumbuh di wadah tersebut. Demikian artikel ini dan semoga bermanfaat. Nantikan artikel selanjutnya tentang "Sangkar Burung Ukir Yang Khas".

Keselarasan Jenis Sangkar Burung

Seputar Sangkar Burung | Jumat, Desember 14, 2012 | 0 komentar
Sebenarnya topik artikel ini hampir sama dengan tulisan artikel terdahulu yaitu tentang cara pemilihan sangkar burung yang baik. Akan tetapi hal ini tetap menjadi bahasan yang menarik. Jika anda merupakan salah satu penghobi memelihara burung, maka anda harus tahu betul tentang jenis sangkar burung. Karena sangkar burung sangat berpengaruh dalam perawatan burung kesayangan.
Mungkin jenis sangkar burung yang anda pilih untuk burung peliharaan tampak tidak begitu penting. Namun demikian, hal tersebut merupakan anggapan yang salah. Sangkar burung sangatlah penting, terutama bagi para penggemar burung berkicau (kicau mania). Bukan hanya agar enak dipandang, akan tetapi kebersihan dan tipe sangkar burung yang representatif merupakan kebutuhan yang harus selalu kita perhatikan. Sangkar burung yang bersih dan nyaman membuat burung akan betah dan sehat. Tentu saja jika anda tidak menjaga kebersihannya akan menimbulkan penyakit, menurunkan selera makan burung, dan bahkan akhirnya bisa mati.
Karakter fisik burung peliharaan, semisal burung beo yang rata-rata memiliki perawakan besar, jika disimpan dalam sangkar burung yang terlalu kecil akan menghambat pergerakannya. Hal ini dapat menimbulkan stres bagi burung peliharaan karena ruang geraknya yang terbatas. Begitu juga sebaliknya dengan burung yang memiliki fisik kecil, seperti Kenari, yang disimpan dalam sangkar burung yang besar. Burung tersebut akan menjadi terlalu aktif dan akhirnya mempengaruhi performa suara kicauannya. Ini yang mendorong mengapa jenis sangkar burung sangat penting.
Terdapat beberapa jenis sangkar burung yang umumnya digunakan antara lain, jenis sangkar burung kenari, sangkar burung perkutut, dan sangkar burung ocehan. Untuk sangkar burung kenari, biasanya berbentuk seperti tabung dengan ukuran yang tidak terlalu luas, sesuai dengan ukuran fisik burung kenari yang kecil, dan biasanya terbuat dari kayu atau bambu. Selanjutnya adalah jenis sangkar burung perkutut. Untuk jenis sangkar burung ini, biasanya agak luas karena sifat burung perkutut yang aktif.
Burung perkutut senang dengan tempat yang teduh, maka jenis sangkar-nya biasanya juga beratap, dengan tempat bertengger di tengah-tengah sangkar. Material jenis sangkar ini biasanya dari bambu. Yang terakhir, jenis sangkar burung ocehan, biasanya agak besar dan terbuat dari kawat atau besi. Alasnya biasanya dibiarkan terbuka agar mudah membersihkan kotorannya. Jenis sangkar burung yang bersih, representatif dan sesuai dengan karakteristik burung peliharaan anda akan sangat menunjang kesehatan, keindahan, dan aktivitas burung peliharaan anda.
Bila anda penghobi memelihara burung maka kegiatan yang berhubungan dengan burung peliharaan akan selalu menjadi hal yang menarik. Maka aktivitas pemilihan jenis sangkar burung tidak boleh dianggap remeh. Karena proses perawatan burung peliharaan kita sangat bergantung pada sangkar burung yang tepat. Jika sangkar burung yang kita punya tidak tepat dengan kondisi burung peliharaan maka bukan tidak mungkin burung kesayangan kita tidak akan mengeluarkan bunyi bahkan dapat mengalami stres. Selanjutnya kita akan membahas tips membersihkan wadah pakan dan minum.

Kiat Membersihkan Sangkar Burung Ideal

Seputar Sangkar Burung | Jumat, Desember 07, 2012 | 1komentar
Kita telah membahas cara pemilihan sangkar burung yang baik, tips pemeriksaan sangkar burung secara berkala serta pengaruh alas sangkar burung atas ekor burung peliharaan kita. Kali ini kita akan melihat bagaimana membersihkan sangkar burung yang ideal. Sangkar burung bisa menjadi sumber penyakit jika tidak dijaga kebersihannya. Kotoran burung bisa menarik serangga yang membawa penyakit datang. Minimalkan penyebaran kuman dan penyakit dengan rutin membersihkan sangkar burung. Cara terbaik untuk membersihkan kandang burung adalah buatlah jadwal harian dan secara rutin mengerjakannya. Berikut cara membersihkan sangkar burung yang baik.
1.    Sangkar burung biasanya memiliki alas dibawahnya. Coba letakkan selembar karpet (tidak terlalu tebal) atau gunakan liners khusus yang dapat dibeli di toko yang menjual produk perawatan hewan. Kemudian potong dengan ukuran luas yang sama dengan alas sangkar dan diletakkan diatas alas sangkar yang tidak ada jerujinya. Hal ini akan membantu menangkap kotoran burung dan memudahkan kita ketika membersihkan sangkar burung.
2.    Bersihkan lapisan karpet atau liners khusus setiap hari, terutama bagi burung yang sering mengeluarkan kotoran. Minimal dibersihkan 1 hari sekali. Bila kotoran burung tidak terlalu banyak, dapat dilakukan 2 hari sekali.
3.    Buat 2 (dua) lembar lapisan karpet atau liners khusus untuk 1 (satu) sangkar burung. Ini dimaksudkan agar ketika kita akan mengganti pakan dan minuman di pagi hari, kita sekaligus mengganti lapisan karpet atau liners khusus kotot dengan lembaran yang bersih dan kering yang telah siap untuk masing-masing sangkar burung.
4.    Tempatkan karpet atau liners yang kotor dalam suatu wadah yang tertutup. Bila kita memiliki waktu luang, segera bersihkan dan keringkan di sore hari atau malam hari. Sehingga pada keesokan paginya, karpet atau liners telah kering dan bersih serta sudah siap dipakai kembali. Demikian berulang kita lakukan.
5.    Pilihlah sangkar burung yang mudah dibersihkan. Untuk sangkar burung yang berbahan kayu, kita dapat membersihkan sangkar burung dengan menggunakan kuas cat kecil setelah kita menyemprotnya dengan air. Ini dilakukan guna menghilangkan kotoran burung yang menempel di sekeliling sangkar.
Bila kotoran burung menumpuk di sangkar, akan menjadi sumber penyakit. Kebersihan sangkar sangat penting untuk menjaga kesehatan burung. Demikian artikel ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Selanjutnya kita akan mencoba menampilkan topik tentang keselarasan jenis sangkar burung.

Pengaruh Alas Sangkar Burung Terhadap Ekor Burung

Seputar Sangkar Burung | Jumat, November 30, 2012 | 0 komentar

Seringkali ketika kita akan membeli sangkar burung untuk burung peliharaan, kita menjumpai 2 macam penutup seperti yang telah saya jelaskan dalam artikel Tips Pemeriksaan Sangkar Burung. Hal ini biasa terjadi, karena kandang burung yang sering dibuat dan dijual memiliki pola seperti itu. Bila burung peliharaan kita memiliki ekor kecil seperti ciblek, prenjak atau tledekan, pemilihan sangkar burung dengan pola penutup sangkar seperti itu tidak akan berpengaruh banyak terhadap ekor burung. Lain halnya bila kita memelihara burung dengan ekor sedang maupun panjang. Untuk kondisi seperti ini alas sangkar burung sangat berpengaruh terhadap ekor burung yang kita pelihara.

Burung-burung dengan ekor sedang (anis merah, cendet, kacer) maupun ekor panjang (cucakrowo, murai batu) akan mengalami kesulitan dengan pola penutup alas sangkar burung, dimana bagian yang ada jerujinya ditaruh diatas lembaran papan/tripleks/seng. Ada beberapa alternatif yang dapat dipakai untuk menyiasati kondisi tersebut. Yang pertama bisa dibuatkan potongan kain karpet yang tipis dan ditaruh diatas penutup yang ada jerujinya. Untuk ukurannya tidak lebih panjang dari keliling penutup jerujinya. Bilamana kita tidak ingin repot, kita dapat menggunakan alternatif yang lain yaitu menukar urutan 2 penutup sangkar. Penutup berupa lembaran papan/tripleks/seng ditaruh diatas penutup yang ada jerujinya.


Memang untuk alternatif yang kedua memiliki resiko burung akan memakan makanan yang jatuh di lembaran papan/tripleks/seng. Tetapi tidak salahnya kalau kita mencoba alternatif ini, toh burung lambat laun akan menyadari makanan mana yang dapat dikonsumsi maupun tidak. Kondisi ini memang yang paling mudah serta tidak memerlukan tambahan kerja lagi. Tentunya kita tidak menginginkan ekor burung peliharaan kita rusak karena pola alas sangkar burung ini. Karena kondisi ekor burung juga berpengaruh atas kualitas suara burung itu sendiri. Bila ekor burung rusak, kemungkinan burung tidak akan bersuara lagi bahkan menderita stres. Demikianlah artikel ini dan semoga bermanfaat. Topik selanjutnya akan membahas cara membersihkan sangkar burung yang baik.

Tips Pemeriksaan Sangkar Burung

Seputar Sangkar Burung | Jumat, November 23, 2012 | 0 komentar
Sebelumnya kita membahas cara pemilihan sangkar burung yang ideal. Kali ini kita beralih pada bagaimana pemeriksaan sangkar burung yang benar. Seringkali kita lupa menyadari ketika merawat burung peliharaan kita. Mungkin karena sedang tergesa-gesa ataupun masih ada pekerjaan lain yang harus segera dilakukan. Sehingga tanpa sadar burung peliharaan kita lepas dari sangkarnya. Walaupun kita sudah semaksimal mungkin menjaganya dengan penuh kehati-hatian. Berikut cara pemeriksaan sangkar burung yang baik.
a.    Pintu Sangkar Burung
Saat kita membuka ataupun mengangkat kerodong sering beresiko terbuka. Juga saat kita mengganti minum dan membersihkan tempat makan burung, bilamana pintu sangkar burung tidak dapat menutup sendiri, maka dapat menyebabkan burung dapat lepas dari kandangnya. Solusinya adalah kita dapat memberikan kancingan pada pintu tersebut. Bila hal ini dianggap merepotkan, maka untuk pintu sangkar dapat dibuat dengan model engsel gesekan naik turun yang selicin mungkin. Sehingga ketika pintu sangkar sempat terbuka, meskipun tidak diberi beban pintu akan otomatis turun kebawah.
b.    Penutup Sangkar Burung Bagian Bawah
Penutup sangkar burung bagian bawah ada 2 macam. Yang pertama berupa lembaran papan/tripleks/seng yang dipaku dengan pinggiran kayu dan bisa dikancingkan. Dan kedua berupa lembaran jeruji kayu yang juga dapat dikancingkan. Dua penutup bagian bawah dapat dikancingkan supaya ketika usai sangkar dibersihkan dan bilamana sangkar dalam kondisi miring, penutup tersebut tidak dapat membuka sendiri.
c.    Cantelan Sangkar Burung
Cantelan sangkar burung tidak dapat kita abaikan. Walaupun kelihatannya sepele, namun apabila kita jarang memperhatikannya bisa berakibat fatal. Kita dapat memeriksa apakah mur atau bautnya benar-benar sudah kencang. Selalu rutin memeriksanya, sebab kadang kala bila mur atau bautnya kendor atau kurang rapat, ketika angin bertiup kencang, sangkar bisa bergerak memutar atau bergoyang sehingga dapat berakibat sangkar bisa lepas.
Memang tidak mudah kita menjalankannya. Terkadang dengan alasan kita yang selalu sibuk alias tidak waktu, hal-hal kecil diatas bila tidak tertangani dengan baik dapat berakibat burung kesayangan kita dapat lepas dari kandang burung-nya. Jika pemeriksaan sangkar burung diatas kita lakukan berkala bahkan rutin, niscaya burung peliharaan akan aman dan tidak mudah meninggalkan tempatnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Berikutnya kita akan melihat bagaimana Pengaruh Alas Sangkar Burung Terhadap Ekor Burung dalam artikel selanjutnya.

Cara Pemilihan Sangkar Burung

Seputar Sangkar Burung | Selasa, Oktober 23, 2012 | 1komentar

Pemilihan sangkar harus sesuai dengan karakteristik burung yang akan kita pelihara. Bukan hanya tampilan serta bahan sangkar burung saja yang perlu diperhatikan. Tetapi juga diantaranya rangka sangkar, ukuran sangkar, jarak jeruji dan ukuran pintu. Berikut dibawah ini hal-hal yang perlu disiapkan dalam pemilihan sangkar burung.
a.    Rangka Sangkar Burung
    Rangka sangkar bisa terbuat dari kayu, bambu ataupun logam. Untuk kandang burung dari logam khusus untuk burung-burung dengan paruh bengkok, paruh tajam serta suka mengerat. Keunggulan rangka sangkar burung dari bahan logam adalah mudah dibersihkan dan kuat. Hanya saja kelemahannya mudah berkarat dimana ada beberapa jenis logam beracun yang dapat membahayakan burung peliharaan kita.
b.    Ukuran Sangkar Burung
    Besarnya ukuran sangkar burung perlu disesuaikan dengan ukuran, jenis dan gaya burung peliharaan kita. Burung dengan ekor panjang seperti cucakrowo, murai batu dan poksai dapat menggunakan kandang burung bulat atau kotak dengan ukuran panjang atau lebar 50 cm serta tinggi 60 – 75 cm. Adapun burung dengan ekor sedang seperti anis merah, anis kembang, pentet atau cendet serta kacer bisa menggunakan sangkar burung bulat atau kotak dengan ukuran panjang atau lebar 30 – 35 cm dan tinggi 50 cm. Untuk burung dengan ukuran ekor kecil seperti ciblek, prenjak, tledekan bisa diberikan sangkar bulat atau kotak dengan lebar atau panjang 20 – 30 cm dan tinggi 40 cm.
c.    Jarak Jeruji Sangkar Burung
    Jarak jeruji sangkar burung harus disesuaikan dengan ukuran kepala burung dimana kepala burung tidak dapat keluar diantara celah jeruji. Untuk burung bakalan yang masih ganas, gunakan jeruji yang relatif rapat dengan ukuran lebih sempit. Dengan demikian jika burung sering menabrak sangkarnya diharapkan paruh tidak keluar dan tidak mengalami luka.
d.    Ukuran Pintu Sangkar Burung
    Ukuran pintu sangkar burung dibuat cukup lebar sehingga tangan kita dapat masuk kedalam. Buat posisi pintu di tengah dan bukan dibawah untuk memudahkan kita memberi pakan pada burung. Usahakan pintu bisa menutup sendiri setelah kita membukanya supaya burung tidak lepas jika kita lupa menutup kembali.
Demikian penjelasan cara pemilihan sangkar burung dan semoga anda dapat memilih sangkar yang tepat dan sesuai dengan karakteristik burung peliharaan. Nantikan artikel selanjutnya tentang Tips Pemeriksaan Sangkar Burung.
 
Copyright © 2012. Tempat Berbagi Ide Tentang Sangkar Burung | Artikel Seputar Sangkar Burung Ukir - All Rights Reserved - Privasi
Proudly powered by Blogger